ADSENSE Link Ads 200 x 90
ADSENSE 336 x 280
Setelah berhasil dalam operasi
pembebasan sandera di Tembagapura, sebanyak 5 perwira TNI (Tentara Nasional
Indonesia) menolak anugerah kenaikan pangkat yang diberikan oleh Jenderal Gatot
Nurmantyo selaku panglima TNI. Lima perwira tersebut adalah anggota satgas
pembebasan 344 orang warga Mimika, Papua yang disandera oleh Tentara Pembebasan
Nasional Papua Barat – Organisasi Papua Merdeka (TPNPB-OPM).
Letnan Kolonel Infantri M. Aidi
selaku Kepala Penerangan Komando Daerah Militer/KODAM XVII/Cendrawasih,
mengatakan bahwa sejumlah 5 orang perwira ini telah bersepakat untuk tidak
menerima anugerah kenaikan pangkat yang diberikan oleh Panglima TNI.”Mereka
laporan ke Pangdam dan KASAD bahwa mereka tidak pantas menerima anugerah
kenaikan pangkat tersebut.”
Sebelumnya telah diberitakan
bahwa, pasukan gabungan dari Polri dan TNI sukses dalam operasi pembebasan
1.300 warga yang disandera oleh TPNPB-OPM. Atas kesuksesan tersebut Panglima
TNI, Kemudian memberikan penghargaan kenaikan pangkat kepada 63 prajurit yang
ikut serta dalam operasi pembebasan sandera.
Tetapi dari 63 prajurit tersebut,
5 orang perwira menolak penghargaan kenaikan pangkat tersebut. Mereka, kata
Kolonel Aidi, memiliki pendirian bahwa keberhasilan dalam melaksanakan tugas
adalah hasil kerja anak buah, sedangkan kegagalan merupakan tanggung jawab
perwira.”Jadi yang dinaikkan pangkatnya hanya prajurit tantama dan bintara
saja.”
Meskipun demikian, kata Kolonel
Aidi, Mabes TNI tetap memberikan penghargaan bagi 5 perwira tersebut berupa
pendidikan khusus. Pendidikan tersebut diberikan untuk meningkatkan kompetensi
dan pengembangan karir yang lebih tinggi.”Kalau prajurit tersebut memiliki kemampuan
bahasa Inggris yang bagus, dia bisa disekolahkan ke luar negeri,” kata Kolonel
Aidi.
Meskipun fakta dilapangan telah
terjadi penyanderaan warga Mimika, TPNPB-OPM (Tentara Pembebasan Nasional Papua
Barat-Organisasi Papua Merdeka) menyampaikan hal yang berbeda. Hendrik Wanmang
yang disebut sebagai staf Markas Komando Daerah Militer III Timika, tegas
membantah adanya penyanderaan warga tersebut.”Tidak benar ada penyanderaan,”
Kata Hendrik Wanmang saat dihubungi wartawan Tempo di Jakarta.

0 Response to "INILAH PATRIOT NKRI SEJATI, 5 PERWIRA TNI MENOLAK KENAIKAN PANGKAT SETELAH SUKSES OPERASI PEMBEBASAN SANDERA DI PAPUA"
Posting Komentar